Home » Mesin Wankel » Mesin Wankel (Wankel Engine)

Mesin Wankel (Wankel Engine)

MesinWankel (Wankel Engine)

Rotary Combustion Engines (RCE)

Mesin wankel ditemukan oleh Dr. Felix Heinrich Wankel pada tahun 1924. Pada tahun 1933 hak paten diajukan dan baru pada tahun1936 hak patennya diterima. Mesin wankel mulai di produksi pada tahun 1957.

Mesin ini termasuk ke dalam klasifikasi Rotary Combustion Engines (RCE), karena mesin wankel tidak menggunakan ruang silinder seperti motor bakar pada umumnya, melainkan menggunakan rotor segitiga (Reuleaux Triangle) yang berputar secara rotasi yang digerakkan oleh poros.

Selain rotor segitiga, terdapatrumah rotor yang berbentuk oval, atau dalam bahasa teknik disebut epitrochoid. Rumah rotor tersebut berfungsi sebagai ruangan untuk proses hisap, kompresi, usaha dan buang sekaligus di dalam sebuah ruangan.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar diatas menjelaskan proses atau prinsip kerja dari mesin wankel.

Posisi rotor sisi a merupakan proses langkah hisap, pada langkah hisap campuran udara dan bahan bakar dihisap masuk ke ruang vakum.

Posisi rotor sisi b awal  merupakan proses langkah kompresi, pada langkah ini campuran udara dan bahan bakar dikompresikan,

Posisi rotor sisi b akhir merupakan proses langkah usaha, pada langkah ini busi membakar campuran udara dan bahan bakar, tekanan tinggi hasil dari pembakaran menghasilkan tenaga untuk menggerakkan rotor.

Posisi rotor sisi c merupakan proses langkah pembuangan, pada langkah ini tekanan tinggi hasil pembakaran keluar melalui exhaust port.

Dilihat dari prinsip kerja diatas maka mesin wankel membutuhkan alat yang sama seperti mesin bensin untuk mencampur bahan bakar dan udara, alat tersebut pada mesin wankel terdahulu masih menggunakan karburator, sedangkan untuk saat ini sudah ada yang dioperasikan dengan sistem injeksi bahan bakar elektronik.

Jika kita telaah lebih lagi, maka mesin wankel akan menghasilkan 3 langkah tenaga dalam satu kali putaran penuh pada mesin, maka 6 kali lebih cepat menghasilkan tenaga dibandingkan motor bakar 4 langkah pada satu kali putaran penuh mesin dan 3 kali lebih cepat menghasilkan tenaga dibandingkan motor bakar 2 langkah pada satu kali putaran penuh mesin.

Ukuran dan bentuk dari rotor serta ruang bakar dapat mempengaruhi tenaga yang dihasilkan. Untuk pemanfaatan tenaga yang besar sekaligus mesin halus (minim getaran), maka dikembangkan mesin wankel dengan dua rotor, yang dipasang berbanding tegak lurus dengan rotor kedua.

Biasanya sisi-sisi dari rotor diberi cekungan kedalam yang berfungsi sebagai ruang bakar tambahan. Ujung-ujung dari rotor terdapat seal yang berfungsi sebagai perapat antara rotor dengan rumah rotor pada saat kompresi, agar tidak terjadi kebocoran kompresi.

Pendinginan pada mesin wankel menggunakan air pendingin sedangkan untuk rotornya menggunakan pendinginan oli.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

%d bloggers like this: